
Letak

Kota Banjarmasin terletak pada 3°,15 sampai 3°,22 Lintang Selatan dan 114°,32 Bujur Timur, ketinggian tanah berada pada 0,16 m di bawah permukaan laut dan hampir seluruh wilayah digenangi air pada saat pasang.
Kondisi Sungai
Kota Banjarmasin dibelah olehsungai Martapura dan dipengaruhi oleh pasang surutair laut Jawa, sehingga berpengaruh kepada drainasekota dan memberikan ciri khas tersendiri terhadap kehidupanmasyarakat, terutama pemanfaatan sungai sebagai salah satuprasaranatransportasi air, pariwisata,perikanan dan perdagangan.
Kondisi Tanah
Tanah aluvial yang didominasi struktur lempung adalah jenis tanah yang mendominasi wilayah kota Banjarmasin. Sedangkan batuan dasar yang terbentuk pada cekungan wilayah berasal dari batuan metamorf yang bagian permukaannya ditutupi oleh krakal, kerikil, pasir dan lempung yang mengendap pada lingkungan sungai danrawa.
Penggunaan Lahan
Adapun komposisi penggunaan tanah/lahan antara lain:
- Tanah perumahan 2.969,3 Ha
- Tanah pertanian 3.059,9 Ha
- Tanah perusahaan 307,9 Ha
- Tanah jasa 427,3 Ha
Batas
Letak kota Banjarmasin di sebelah selatan provinsi Kalimantan Selatan yaitu:
- Sebelah Utara dan Baratberbatasan denganKabupaten Barito Kuala
- Sebelah Selatan berbatasan dengan Kabupaten Tanah Laut
- Sebelah Timur berbatasan dengan Kabupaten Banjar
Wilayah Administratif
Kota Banjarmasin terdiri atas 5kecamatan:
- Banjarmasin Barat: 13,37km²
- Banjarmasin Selatan: 20,18 km²
- Banjarmasin Tengah: 11,66 km²
- Banjarmasin Timur: 11,54 km²
- Banjarmasin Utara: 15,25 km²
Sarana Perhubungan Laut
Perguruan Tinggi
- Universitas Lambung Mangkurat (Unlam)
- Universitas Islam Kalimantan Syekh Muhammad Arsyad Albanjari (UNISKA)
- IAIN Antasari
- Politeknik Negeri Banjarmasin (Poliban)
- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer Banjarbaru (STMIK Banjarbaru)
- Sekolah Tinggi Manajemen Informatika dan Komputer(STMIK Indonesia Banjarmasin)
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Indonesia (STIEI)
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nasional(STIENAS)
- Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Bina Banua
- Sekolah Tinggi Ilmu Hukum Sultan Adam
- dan lain-lain
Media
Surat Kabar Harian
Televisi Lokal
Rumah Ibadah
Rumah ibadah :
- Masjid 141 buah
- Musholla 155 buah
- Langgar 717 buah
- Gereja Protestan 19 buah
- Balai Jemaat 1 buah
- Gereja Katolik 3 buah
- Kapel 1 buah
- Pura 1 buah
- Vihara 8 buah
Rumah ibadah di Banjarmasin, diantaranya:
- Masjid Sultan Suriansyah(1526)
- Masjid Jami Banjarmasin
- Masjid Raya Sabilal Muhtadin
- Gereja Kathedral Banjarmasin
- Gereja Hati Yesus yang Mahakudus Banjarmasin
- Gereja Santa Perawan Maria Banjarmasin
- Gereja Maranatha Banjarmasin
- Tempat Ibadah Tridharma Banjarmasin
- Gereja Eppata Banjarmasin
- Vihara Dhammasoka Banjarmasin (2001)
Suku bangsa
Suku bangsa di kota ini antara lain:
Nomor 
Sukubangsa 
Jumlah 
1 Suku Banjar 417.309 jiwa 2 Suku Jawa 56.513 jiwa 3 Suku Madura 12.759 jiwa 4 Suku Bukit (Dayak Meratus) 7.836 jiwa 5 Suku Bugis 2.861 jiwa 6 Suku Sunda 2.319 jiwa 7 Suku Bakumpai 1.048 jiwa 8 Suku Mandar 105 jiwa 9 Suku-suku lainnya 26.500 jiwa
(Sumber: Badan Pusat Statistik - Sensus Penduduk Tahun 2000)
Suku lainnya antara lain:
Keberadaan suku-suku ini ditandai dengan adanya rumah ibadah yang berlatang belakang suku-suku tersebut.
Obyek Wisata
- Masjid Sultan Suriansyah (1526)
- Komplek Makam Sultan Suriansyah
- Komplek Makam Pangeran Antasari
- Museum Wasaka
- Kubah Surgi Mufti
- Pasar Terapung Muara Kuin
- Taman Agro Wisata PKK Banjar Bungas
[sunting]Sejarah
- 1526 : "Banjarmasih", yang artinya perkampungan "Oloh Masih" (orang Melayu), dipimpin kepala kampung berasal dari Sumatera yang bergelar Patih Masih.
- 1526-1550 : Masa pemerintahan Pangeran Samudera (Raja I) di Banjarmasin. Setelah mendapat dukunganKesultanan Demak untuk lepas dari Kerajaan Negara Daha.
- 24 September 1526/6Zulhijjah 932 H : Pangeran Samudera memeluk Islamdan bergelar SultanSuriansyah. Tanggal ini dijadikan Hari Jadi Kota Banjarmasin, sekarang 480tahun.
- 1550-1570 : Masa pemerintahan SultanRahmatullah (Raja II) di Banjarmasin
- 1570-1620 : Masa pemerintahan Sultan Hidayatullah (Raja III) di Banjarmasin
- 1520-1620 : Masa pemerintahan Sultan Musta'inbillah (Raja IV) di Banjarmasin hingga 1612.
- 1596 : Belanda merampas 2 jung lada dari Banjarmasin yang berdagang diKesultanan Banten.
- 7 Juli 1607 : EkspedisiBelanda dipimpin Koopman Gillis Michaelszoon tiba di Banjarmasin.
- 1612 : Belanda menembak hancur Banjar Lama(kampung Keraton) di Kuin, sehingga ibukota kerajaandipindahkan dari Banjarmasin ke Martapura.
- 1734-1759 : Masa pemerintahan Sultan Tamjidillah I di Martapura.
- 10 Sya'ban 1159 H : Renovasi dan pembuatan Lawang Agung Masjid Sultan Suriansyah oleh Kiai Demang Astungkara di masa pemerintahan Sultan Tamjidillah I.
- 27 Rajab 1296 H : Pembuatan mimbar Masjid Sultan Suriansyah oleh Haji Muhammad Ali an-Najri.
- 15 Muharram 1251 H/1825 :Undang Undang Sultan Adam/UUSA 1825.
- 1857-1859 : PemerintahanSultan Tamjidillah yang ditetapkan Belanda menjadi raja Banjar menggantikanSultan Adam.
- 1859 : Sultan Tamjidillah diasingkan ke Bogor,Pangeran Mangkubumi Hidayat diasingkan keCianjur.
- 1860 : Wilayah Kerajaan Banjar dijadikan Afdeeling Bandjermasin dan Afdeeling Oloe Soengai.
- 1900 : Soeara Borneo, didirikan di Banjarmasin, menggunakan bahasa Melayu.
- 1901 : Pewarta Borneo, terbit menggunakan bahasa Melayu. Berdirinya perkumpulan sosial Seri Budiman.
- 1904 : Budi Sempurna, perkumpulan sosial yang didirikan Kiai Mohammad Zamzam.
- 1906 : Sinar Borneo, terbit menggunakan bahasa Melayu. Berdirinya perkumpulan Indra Buana.
- 1907 : Pengharapan terbit menggunakan bahasa Melayu.
- 1916 : Al Madrasatul Arabiah dan Al Waliah berdiri di Seberang Mesjid, Banjarmasin Tengah.
- 1918 : Banjarmasin, ibukotaResidentie Zuider en Ooster Afdeeling van Borneomendapat Gemeente-Raad.
- 1 Juli 1919 : Deean gemeente mulai berlaku beranggotakan 7 orangEropa, 4 Bumiputra dan 2Timur Asing.
- 1923 : Nasional Borneo Kongres I. Dunia Isteri, organisasi wanita Sarekat Islam dipimpin Ny. Masiah.
- 1924 : Nasional Borneo Kongres II
- 1926 : Surat kabar Bintang Borneo(bahasa Melayu-China) dan Borneo Post(bahasa Belanda) dengan W. Schmid sebagai redakturnya.
- 1927 : Soeara Borneo, didirikan oleh Hausman Baboe, bercorak nasional serta memuat berita-berita nasional.
- 1929 : Persatuan Putera Borneo, merupakan cabang dari Persatuan Pemuda Borneo Surabaya di Banjarmasin yang dipengaruhi nasionalisme PNI Soekarno.
- 1930 : Bendahara Borneo, nama suatu usaha Studi Fonds di Banjarmasin yang anggotanya dari kaum pegawai.
- 1938 : Otonomi kota Banjarmasin ditingkatkan dengan Stads Gemeente Banjarmasin.
- 1942 : R. Mulder, walikota Banjarmasin dalam pemerintahan kolonialHindia Belanda.
- Februari 1942 :Borneo Shimbun, nama surat kabar yang diterbitkan Jepang untuk Kalimantan Selatan.
- 1945-1957 : Banjarmasin sebagai ibukota provinsi Kalimantan dengan gubernur Ir. H. Pangeran Muhammad Noor.
- 9 November 1945 : Pertempuran di Banjarmasin
- 10 Nopember 1991 : Peresmian Museum Wasaka oleh GubernurKalsel Ir. H. Muhammad Said
- 23 Mei 1997 : Peristiwa Jumat Kelabu, kampanye pemilu yang berakhir kerusuhan bernuansa SARA (partai).
- 2005 : Terpilihnya H. Ahmad Yudhi Wahyuni Usmansebagai walikota untuk masa jabatan 2005-2009
Kondisi Sungai
Kondisi Tanah
Penggunaan Lahan
Batas
Wilayah Administratif
Sarana Perhubungan Laut
Perguruan Tinggi
Media
Rumah Ibadah
Suku bangsa



Obyek Wisata
Pariwisata Banjarmasin
Obyek Wisata Lainnya
| Pasar Terapung |
![]() | Perjalanan wisata melalui sungai Barito atau sungai Martapura bisa menggunakan perahu motor yang biasa disebut dengan "Klotok". Untuk perjalanan yang agak jauh bisa menggunakan speedboat.Jarak dari kota 1 jam perjalanan naik klotok (perahu motor air) dan 15 menit naik kendaraan darat. Pada obyek tersebut dapat dilihat budaya masyarakat Banjar yang menjual sayur mayur dan kue-kue, makanan dan minuman, serta keperluan rumah tangga sehari-hari diatas perahu, dan pembeli dapat membeli dari atas perahu juga, atau dari dermaga-dermaga kecil di rumah-rumah penduduk. Pasar ini digelar dari jam 05:00 sampai dengan jam 07:00 pagi. |
| Wisata Air | |
Banjarmasin, sebagai ibukota propinsi, adalah pusat perdagangan dan pariwisata. Kota Banjarmasin dialiri oleh beberapa buah sungai dan juga letak daratan yang berada minus beberap cm dari permukaan air laut pasang sehingga dijuluki sebagaikota air . Sungai tersebut merupakan sarana transportasi dan keperluan hidup masyarakat sehari-hari. Transportasi melalui sungai atau air merupakan transportasi utama. Ada sebagian masyarakat lokal bahkan membangun rumah di atas sungai yang biasa disebut dengan " lanting ". Rumah tersebut dibuat menghadap ke sungai. Sungai menjadi sangat penting untuk aktivitas bisnis dan ekonomi.. | |
![]() | |
| Pulau Kembang | |
![]() | Tidak jauh dari pasar terapung terdapat pulau kecil yang dihuni kera-kera jinak yang menurut legenda orang-orang Tianghoa yang sering menziarahi sambil membawa makanan berupa pisang dan kacang, konon katanya apabila seseorang datang ke pulau tersebut dan dirubung oleh kera niscaya akan banyak mendapat rezeki tetapi apabila kera-kera di pulau tersebut pada lari masuk ke hutan maka orang tersebut akan surut rezekinya. |
- Masjid Sultan Suriansyah(1526 ) komplek Makam Sultan Suriansyah
- Komplek Makam Pangeran Antasari
- Museum Wasaka
- Kubah Surgi Mufti
- Pasar Terapung Muara Kuin
- Taman Agro Wisata PKK Banjar Bungas





No comments:
Post a Comment